Ketika Kebutuhan Skill Berubah, Haruskah Selalu Rekrut Talent Baru Atau Upskill Tim yang Sudah Ada?

Dunia kerja dan teknologi berubah dengan sangat cepat. Ketika perusahaan beradaptasi dengan model bisnis atau pasar yang baru, kebutuhan skill pun ikut bergeser. Hal ini memunculkan tantangan nyata bagi banyak perusahaan, yakni skills gap. Respons pertama yang sering terpikirkan mungkin adalah merekrut talent baru. Namun, apakah mengganti orang selalu menjadi solusi terbaik? Atau justru cukup dengan ikut corporate training? 

Skills Gap Tidak Selalu Berarti Harus Hiring 

Karyawan yang ada saat ini mungkin belum menguasai keahlian baru, tetapi mereka memiliki satu keunggulan berharga yakni mereka sudah memahami cara kerja, produk, dan budaya perusahaan dari dalam.  Alih-alih terus-menerus mencari orang baru, pertanyaannya adalah “Apakah kamu sudah memberikan kesempatan bagi tim saat ini untuk berkembang?”. Berbagai riset HR global membuktikan bahwa investasi pada keahlian tim berdampak langsung pada kelangsungan bisnis:

  • Data dari LinkedIn Learning dan TalentLMS menunjukkan bahwa lebih dari 90% karyawan memilih untuk tidak resign jika perusahaan memfasilitasi pengembangan diri mereka.
  • Riset eLearning Industry mencatat 92% pekerja merasa pelatihan di tempat kerja secara langsung meningkatkan engagement dan keterikatan mereka terhadap pekerjaan.
  • Laporan dari Monster mempertegas bahwa 45% pekerja cenderung bertahan di posisi mereka saat ini apabila mendapatkan pelatihan skill yang relevan.

Mengubah Training Menjadi Capability Building 

Sayangnya, sekadar mengirim karyawan ke program pelatihan satu arah yang didominasi pemaparan materi saja sering kali sulit diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut, melalui Apiary Academy yang merupakan salah satu lini bisnis dari ekosistem EPIQ yang berfokus pada pengembangan profesional melalui pendekatan capability building, kami menerapkan kerangka kerja 30-20-10 agar sesi pembelajaran benar-benar menghasilkan perubahan nyata:

  • 30% Pembekalan Konsep (Lecture): Kami memberikan fondasi teori yang kuat, relevan, dan interaktif agar peserta memahami kerangka berpikir dasarnya.
  • 20% Praktik Langsung (Hands-on & Case Study): Peserta diajak berfikir dan menyelesaikan studi kasus nyata yang relevan dengan tantangan industri mereka.
  • 10% Diskusi Interaktif (Discussion): Sesi dialog terbuka dibuka untuk memicu pertukaran ide dan sudut pandang antarpeserta.
  • Penguatan lewat Refleksi (Reflection): Materi ditutup dengan simulasi kelompok, presentasi, serta feedback langsung dari instruktur untuk memastikan pemahaman teruji sebelum diterapkan di lapangan.

Bukti Nyata dari Klien Kami  

Pendekatan pelatihan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan perusahaan terbukti memberikan dampak positif pada kinerja tim. Berikut adalah beberapa gambaran keberhasilan klien kami: 

  • Puyo Desserts (Project Management & Campaign Marketing): Pelatihan yang disajikan terbukti sangat praktis. Sarah Juwita, Marketing Manager Puyo Group, menyampaikan bahwa materinya sangat relevan dan dapat langsung menjawab tantangan nyata yang sedang dihadapi timnya dalam mengelola kampanye pemasaran.
  • Astra Digital (Product Management Fundamentals): Program pelatihan end-to-end yang dilengkapi dengan proyek pendampingan selama 3 bulan ini berhasil meraih skor kepuasan peserta sebesar 4.89 dari 5.00.
  • Perusahaan di Sports Industry (Leadership Training): Sebanyak 85% peserta terbukti memiliki kesiapan leadership yang lebih kuat setelah mengikuti program. Selain itu, 90% peserta berhasil menerapkan teknik problem-solving dan komunikasi baru dalam pekerjaan harian mereka.

Apakah tim di perusahaanmu saat ini sudah dibekali dengan skill yang tepat untuk mencapai target bisnis selanjutnya?


Yuk, jadwalkan sesi diskusi gratis bersama tim kami

 

Mulai Diskusi bersama Apiary Academy 

Scroll to Top